
Keduanya mempunyai desain yang dinamis dan modern, serta memiliki garis garis yang tajam. Jia dilihat sepintas keduanya masih punya kemiripan namun berbeda detailnya. Headlamp Suzuki shooter terlihat sedikit lebih besar dibandingkan dengan Yamaha Force. Soal dimensi keduanya juga mempunyai ukran yang hampir sama, hanay berbeda beberapa millimeter saja.
Secara keseluruhan desain Suzuki Shooter terlihat lebih dewasa dengan menonjolkan kesan dinamis, sementara Yamaha Force terlihat lebih sporty dan kental dengan aura jiwa muda dengan memiliki edsain dan grafis yang lebih tajam dari Shooter.
Mesin dan Teknologi
Suzuki Shooter dan Yamaha Force sama sama mngusung mesin 4 langkah SOHC dengan dua katup dan berpendingin udara. Selain itu keduanya juga menerapkan transmisi 4 percepatan. Bedanya hanya dalam kapasitas mesin serta power yang dihasilkan.Jika Suzuki Shooter mempunyai kapasitas mesin 113 cc dengan power 9,3 PS/8.000 rpm dan torsi 9,1 Nm/6.000 rpm. Sedangkan Yamaha Force memiliki kapasitas mesin 115 cc dengan power maksimum 8.72 PS/7.000 RPM dan torsi 9.53 Nm/5.500 RPM. Yamaha Force terlihat kalah sedikit di power tetapi untuk torsinya lebih besar, artinya tarikan atau akeselerasi Yamaha Force lebih baik dari Suzuki Shooter. Namun untuk topspeed Shooter lebih unggul sepertinya.
Untuk teknologi keduanya sudah menggunakan teknologi injeksi untuk pengkabut bahan bakarnya, sehingga lebih irit dan responsive. Selain itu keduanya juga sudah mengaplikasi teknologi Low friction yang mempunyai gesekan yang sangat minim tiap komponen mesinnya, sehingga lebih tahan panas dan irit bahan bakar.
Bedanya Yamaha Force masih menang diteknologi mesin karena sudah dilengkapi dengan piston tempa (forged piston) yang mempunyai metarial piston yang lebih solid, selain itu yamah Force juga sudah mengaplikasi kontur “jeruk purut” atau spiny structure diaplikasi pada daleman silinder sehingga lebih cepat melepas panas mesin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar